Gaduh Beach Club Gunungkidul, Ini Tanggapan Suharno SE

Gaduh Beach Club Gunungkidul, Ini Tanggapan Suharno SE
Suharno SE saat di DPP Partai Nasdem

 Opinijogja.com, – Gaduh Beach Club di Gunungkidul yang menuai protes masyarakat melalui petisi penolakan proyek tersebut, sehingga membuat salah satu selebriti kondang tanah air Raffi Ahmad mengundurkan diri dari keikutsertaan dalam investasi tersebut.

Dari Gaduh Beach Club Gunungkidul, Klarifikasi Bupati Gunungkidul Sunaryanta sebagai pemerintah Kabupaten Gunungkidul mengisyaratkan bahwa proyek beach club di Gunungkidul baru sebatas wacana.

Kendati demikian publik masih penasaran sehingga menggugah sikap kekritisannya, publik menganggap bila statement Bupati Sunaryanta benar bahwa proyek beach club Raffi Ahmad dan koleganya baru sebatas wacana, lalu bagaimana bisa sudah dilaksanakan peletakan batu pertama yang di hadiri oleh Raffi Ahmad dan juga Bupati Gunungkidul Sunaryanta.

Namun di mata wakil anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul dari fraksi Nasdem Suharno SE, kegaduhan yang terjadi itu adalah sebuah Kealpaan pemerintah Kabupaten Gunungkidul sehingga membuat kegaduhan seperti saat ini.

Baca Juga : Hadiri Syawalan IKG, Suharno SE : “Saya Yakin IKG Bisa Bangun Bank dan Hotel”

“Raffi Ahmad itu tau aturan saja karena wilayah yang tidak boleh dibangun, menurutku bukan mengundurkan diri istilahnya, dari dulu saya berpendapat kayaknya sulit sekuat apapun kekayaan dan setinggi apapun jabatannya, maka jalan yang benar tidak dilanjutkan, dan jika ingin investasi tempat lain masih banyak, jika untuk kemajuan Gunungkidul Pemda memberikan arahan yang terbaik lokasinya dimana,” ucap Suharno SE saat di hubungi melalui sambungan telepon. Minggu(16/6/2024).

Terkait perizinan lebih lanjut Suharno SE mengutarakan bahwa saat ini pemerintah telah menerapkan perizinan dengan mengunakan sistem Online Single Submission (OSS) sehingga menurut dirinya bila lokasi pendirian proyek beach club tersebut di lokasi larangan maka pemerintah Kabupaten Gunungkidul bisa memberikan alternatif tempat bagi para calon investor dalam menentukan bakal lokasi di mana beach club tersebut akan di bangun tanpa melanggar ketentuan yang ada.

Baca Juga : Universitas Pertahanan Siap Angkat Air Sungai Bawah Tanah Seropan

“Ya belum ada ijin dicarikan ijin ya nggak bakal bisa, peletakan batu pertama jika sudah benar terjadi, la itu bagian keteledoran saja, mestinya baca aturan dulu, ijin sekarang kan dengan OSS ya ketika terkirim pasti kembali dan tidak bisa karena sistem,” lanjut Suharno SE.

Kendati pemerintah Kabupaten Gunungkidul di nilai teledor atau alpa dalam kasus beach club ini, namun dirinya tetap mendukung upaya pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam mengundang investor ke Gunungkidul. Namun dirinya sebagai legislator di Kabupaten Gunungkidul mengingatkan agar tetap mematuhi aturan yang ada dan yang berlaku.

“Kalau ingin memasukan investor kami dukung demi kemajuan Gunungkidul, cuma butuh ketepatan regulasi melihat RTRW,” tutupnya.