Pelestarian Lingkungan dan Perubahan Iklim Yogyakarta

Pelestarian Lingkungan dan Perubahan Iklim Yogyakarta
Pelestarian Lingkungan dan Perubahan Iklim Yogyakarta

Opinijogja.com,- Dalam tantangan yang semakin nyata akibat perubahan iklim, Yogyakarta, sebagai bagian integral dari Indonesia yang rentan terhadap dampak perubahan cuaca, menghadapi kewajiban untuk mengambil langkah-langkah strategis guna melindungi lingkungannya.

Titiek Soeharto, calon anggota DPR RI Dapil Yogyakarta dari Partai Gerindra, telah menunjukkan komitmen tinggi dalam menghadapi tantangan pelestarian lingkungan ini.

Pentingnya pelestarian lingkungan bukan sekadar pilihan, melainkan telah menjadi suatu keharusan. Dampak perubahan iklim yang meliputi kenaikan suhu global, pola cuaca yang ekstrem, dan ancaman bencana alam semakin meningkat, memberikan sinyal serius bagi Yogyakarta, yang berada di bawah bayang-bayang ancaman tersebut.

Topografi yang beragam di kawasan ini menambah kerumitan dalam merespons dampak perubahan iklim, sehingga upaya pelestarian lingkungan menjadi kunci untuk memitigasi risiko dan melindungi masyarakat.

Data yang diambil dari pemantauan di UPT Stasiun Geofisika Sleman, selama kurun waktu 2007-2010, untuk wilayah perkotaan di DIY, menunjukkan tren kenaikan temperatur 0,39 derajat celsius per 10 tahun. Sementara wilayah lereng Gunung Merapi, tren kenaikan temperatur adalah 0,22 derajat celsius per 10 tahun.

Dilansir dari harian Jogja, di beberapa tahun ke belakang, curah hujan memiliki kecenderungan semakin lebat. Peningkatan curah hujan per tahun untuk wilayah Sleman bagian barat hingga utara yakni 40 -60 mm per tahun. Curah Hujan di Pakem dari 1996 hingga 2020, menunjukkan tren kenaikan 24.14 mm per tahunnya.

Curah hujan tertinggi terjadi pada tahun 2016 dan curah hujan terendah terjadi pada tahun 1997. Dari tahun ketahun, curah hujan cenderung bertambah. Di DIY bagian utara, penambahannya tiga sampai enam hari per tahun.

Hal ini tak lain dipicu oleh faktor perubahan iklim. Dampak perubahan iklim di DIY mengakibatkan suhu udara meningkat, curah hujan tahunan meningkat semakin lebat, hari hujan bertambah, kecuali curah hujan di Gunungkidul umumnya curah hujan tahunan mengalami penurunan.

Titiek Soeharto memahami bahwa upaya pelestarian lingkungan memerlukan dukungan kuat dan resmi dari parlemen. Oleh karena itu, melalui pembentukan Undang-Undang yang relevan, akan tercipta landasan hukum yang kokoh untuk upaya pelestarian tersebut.

Landasan ini akan membimbing kebijakan dan program-program berkelanjutan yang mendukung pelestarian lingkungan. Sebagai calon anggota DPR RI, beliau memiliki komitmen tinggi untuk mendorong inisiatif legislatif yang fokus pada pelestarian lingkungan demi menjaga keberlanjutan Yogyakarta.

Komitmen Titiek Soeharto terhadap pelestarian lingkungan tidak hanya sebatas retorika. Beliau menyadari bahwa perlindungan terhadap lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga merupakan tugas bersama seluruh masyarakat.

Melalui perannya di parlemen, beliau berupaya untuk membangun kerangka kerja hukum yang kokoh, menciptakan landasan bagi kebijakan pelestarian lingkungan yang tidak hanya efektif tetapi juga berkelanjutan.

Perubahan iklim bukanlah isu yang dapat diabaikan. Dengan menjadi anggota DPR RI, Titiek Soeharto berkomitmen untuk menyuarakan kepentingan pelestarian lingkungan dalam perumusan undang-undang yang mendukung upaya kolektif untuk menjaga keberlanjutan Yogyakarta.

Hal ini mencakup mengidentifikasi sumber daya dan teknologi yang diperlukan, menggalang dukungan untuk investasi yang berkelanjutan, dan memastikan kebijakan yang dapat diimplementasikan secara efektif.

Pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama kita, dan melalui dukungan terhadap Titiek Soeharto, masyarakat Yogyakarta dapat memiliki perwakilan yang memahami dan bersedia berjuang untuk melindungi keindahan alam dan kesejahteraan mereka.

Melalui langkah-langkah legislatif yang kokoh dan mendukung, diharapkan Yogyakarta dapat menjadi pionir dalam pelestarian lingkungan dan menjunjung tinggi nilai-nilai keseimbangan ekologis.