Prabowo dan Unhan Berhasil Airi 1009 Hektar Lahan Pertanian di Gunungkidul

Bantu Masyarakat Gunungkidul, Prabowo dan Unhan Berhasil Airi 10009 Hektar Lahan Pertanian
Bantu Masyarakat Gunungkidul, Prabowo dan Unhan Berhasil Airi 10009 Hektar Lahan Pertanian

Opinijogja.com, –  Keseriusan Menteri Pertahanan Republik Indonesia sekaligus Presiden terpilih hasil pemilu tahun 2024 Prabowo Subianto dalam menciptakan ketahan pangan di Indonesia dengan meningkatkan produksi pertanian terus bergulir. salah satunya saat mantan denjen Kopasus ini meninjau sumber mata air dan pemasangan pipa air bersih di Kalurahan Banyusuco, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul. pada Senin, (3/6/2024) lalu.

Prabowo yang tiba di lokasi pada pukul 9.30 WIB dengan mengunakan helikopter langsung di sambut oleh warga masyarakat yang telah menunggu sejak pagi hari. kunjungan Menhan Prabowo Subianto ke Gunungkidul menjadi kunjungan yang ke 2, yang mebedakan dengan kunjungan sebelumnya yang mana Prabowo meresmikan langsung pengunaan sumur bor yang dilakukan oleh Univeritas Pertahanan (Unhan), namun pada lesempatan kali ini Prabowo hanya meninjau sumber air dan pemasangan pipa guna pengairan pertanian di Gunungkidul.

Baca Juga : Bikin Ekstrakurikuler Pertanian, SMK Maarif Ngawen Gunungkidul Panen Cabai Perdana

“Pengeboran air yang lakukan oleh Universitas pertahanan, alhamduliilah ada potensi air yang sangat besar hari ini ada sekitar 700 hetar yang sudah di airi, mudah mudahan nanti terus insyallah bisa sampai 7 ribu hektar,” Kata Prabowo kepada media usai meninjau sumber mata air di Kalurahan Banyusuco, Gunungkidul.

Sementara Itu Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) Mayor Jendral Jonni Maroza menjelaskan Menhan Prabowo meninjau proyek pompanisasi dan pipanisasi air untuk lebih dari 10009 hektar di Kalurahan Banyusuco Karang Duwet Gunungkidul.

lebih lajut Jonni menjelaskna proyek pengadaan air di Gunungkidul kali ini dengan memanfaatkan air yang berada dalam Goa yang berada di bawah tanah dan menariknya dengan memanfaatkan teknologi tenaga surya atau solar panel dan nantinya akan di tampung dengan 85 tandon air dan akan di alirkan mengunakan pipanisasi sepanjang 79 km.

Baca Juga : Pertumbuhan Melalui Inovasi: Meretas Jalan Baru Pertanian Bersama Petani Milenial

“Kenapa harus dilakukan di Gunungkidul, karena selama ini Gunungkidul terkenal selalu terjadi kesulitan air terlebih pada saat musim kemarau seperti saat ini,” jelas Jonni Maroza.

Jonni juga mengatakan bahwa proyek Kemenhan dan Unhan Kali ini melanjutkan proyek pengadaan air bersih untuk rumah tangga pada waktu yang lalu. adapun untuk proyek saat ini Jonni menegasakan pengadaan air untuk peningkatan produktifitas pertanian di Gunungkidul.

“Saat ini sudah selesai 1000 Hektar dan sudah dimanfaatkan oleh masyarakat, mungkin memasuki musim kemarau ini akan lebih bermanfaat lagi, yang bisaanya di musim kemarau ini petani tidak menggarap tanahnya, namun ini sudah mulai menggarap, ini sudah di tanami padi gogo rancah dan palawija dan mudah-mudahan bisa panen 3 kali dalam 1 tahun, dan bisa meningkatkan produksi pertanian,” jelas rektor Unhan.

Jonni juga mengatakan masih ada 15 titik goa yang mampu berpotensi untuk mengairi 7400 hektar, ia berharap sebelum 17 Agustus 15 titik sumber mata air tersebut bisa dimanfaatkan.