Tekan Angka Stunting Panewu Nglipar Inisiasi Program K3

Tekan Angka Stunting Panewu Nglipar Inisiasi Program K3
Sustiwiningsih, panewu Nglipar (tengah berbaju putih) dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gunungkidul Diah Sunaryanta (Kiri) saat melaunching program kolam, kebun dan kandang di Kalurahan Pengkol.

Opinijogja.com, – Ketua Tim penggerak PKK Kabupaten Gunungkidul Diah Sunaryanta melaunching program pemberdayaan masyarakat upaya pencegahan stunting melalui integrasi Kebun, Kolam dan Kandang di Padukuhan Kebonjero, Kalurahan Pengkol, Kapanewon Nglipar. Rabu, (19/6/2024).

Dari launching nya program kebun, kolam dan kandang (K3) ini diharapkan mampu menurunkan angka stunting di Kapanewon Nglipar.

“Saya berharap keberhasilan dari program ini, sehingga bisa di tiru oleh Kapanewon lain nantinya, dan akan banyak manfaat dari program K3 ini,” ucap Diah Sunaryanta usai melaunching secara simbolis program K3.

Sementara itu senada dengan ketua tim penggerak PKK Kabupaten Gunungkidul, Panewu Nglipar Sustiwiningsih optimis program kolam, kebun dan kandang bisa memberikan tidak hanya penurunan stunting di wilayah kerjanya, namun bisa memberikan nilai tambah bagi perekonomian keluarga.

Panewu Nglipar yang pernah bertugas di dinas pertanian dan pangan kabupaten Gunungkidul ini sangat menguasai sistem integrated farming (pertanian yang terintegrasi). Yang mana program K3 adalah bentuk lain dari integrated farming.

Baca Juga : lPrabowo dan Unhan Berhasil Airi 1009 Hektar Lahan Pertanian di Gunungkidul

“Program K3 ini adalah penyederhanaan program integrated Farming, atau pertanian terintegrasi. Karena dari limbah rumah tangga bisa didapatkan suplemen bagi tumbuhan dan dari limbah tumbuhan juga bisa di jadikan suplemen bagi pakan ternak,” kata Sustiwiningsih.

Untuk program pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan kolam, kebun dan kandang ini Panewu Nglipar tidak bergerak sendiri, namun dirinya juga menggandeng para stakeholder seperti pemerintah Kalurahan yang memiliki anggaran 20% ketahanan pangan dari dana desa, dan juga instansi lainnya seperti balai penyuluh lapangan Dinas pertanian dan juga puskesmas.

Tekan Angka Stunting Panewu Nglipar Inisiasi Program K3
Sustiwiningsih, Panewu Nglipar (kanan) saat menjelaskan manfaat program K3 kepada Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gunungkidul

“Untuk program ini saya tidak sendiri nanti kami di bantu oleh Puskesmas, penyuluh pertanian dan juga pemrintah desa, sebenarnya ini program kolaboratif sehingga apa yang di inginkna pemeintahan pusat terkait penurunan stunting oleh pemerintah pusat kami yang mewujudkanya di tingkat Kapanewon, kalurahan hingga padukuhan bahkan RT,” jelas Sustiwiningsih.

Ia juga berharpa dengan keberhasilan program kolam, kebun dan kandang ini dirinya bisa mengajak para pemuda dalam mengolah hasil kebun, kolam dan kandang.

Baca Juga : Bikin Ekstrakurikuler Pertanian, SMK Maarif Ngawen Gunungkidul Panen Cabai Perdana

“Kedepan dari program ini kami ingin juga memberikan contoh kepada generasi muda saat ini untuk perduli kepada pertanian, sehingga stigma perani itu kotor dan tidak profit itu salah, karena dari program ini selain hasilnya bisa di konsumsi juga bisa menghasilkan rupiah, jadi stunting bisa kita tekan, ekonomi keluarga terbantu, juga dari program ini kita mulai mengajarkan gen z ini mengenal pertanian walaupun hanya terbatas pada kebun di pekarangan rumah,” tutup Panewu Nglipar Sustiwiningsih.